Laman

Jumat, 10 Juni 2016

Belajar membuat karya seni (Logo maker, Typography, Lettering)

Di dunia seni, dan bahkan bagi para penggemar seni, butuh kreatifitas yang extra rumit untuk mengkombinasikan Sketch up, Photoscape, Corel Draw, dan aplikasi penunjang lainnya untuk menciptakan suatu karya. Beberapa yang sudah berhasil saya buat nih ada handslettering, simple but great. Hanya mengandalkan media Brush serta kecocokan warna black and white lalu merangkai jenis font yang diinginkan. Terus ada handslettering yang menggunakan background, dimana kata atau kalimat pada handslettering itu adalah definisi background tersebut, ini agak rumit, karna banyak memadukan aplikasi penyedia gambar. Identik bermain dengan Saturation, Blur Level, serta Horizontal or Vertical Line.





Ilham Saediman
11.06.16

Rabu, 08 Juni 2016

Ipomoea Aquatica

Hallo readers! udah lama gak ngeposting. Mungkin pada bertanya kemana aja sih selama beberapa masa ini? jawabannya karna kesibukan. Sibuk dalam urusan pendidikan, ya tentu kuliah pastinya, juga praktikum yang setiap minggunya bisa dibilang lumayan melelahkan, but its ok, semua yg kita jalani hadapin dengan senyuman, seperti sebuah lagu klasik dari Dewa 19.

Mungkin para pembaca agak bingung dengan judul postingan ini kok gak nyambung dengan isi topik pembahasan, ok, lets start! Seperti yg sudah dijelaskan diatas bahwa praktikum yg katanya melelahkan itu nyatanya membawa energi positif kedalam kehidupanku. Bagaimana tidak, saya orang yang tidak pernah care dan tidak akan pernah ingin tau tentang dunia tanaman, akan tetapi karena praktikum yg diikuti dan karna itu terbilang sebagai sesuatu yang wajib, mau gak mau yah dijalanin aja.

Dasar-dasar Agronomi, memberikan banyak pelajaran dasar penting tentang dunia tumbuhan, yang juga mencakup hal-hal lain seperti peranan biologi, fisika, maupun kimia. Tak pernah terbayang sejak dulu, selalu ingin menghindari mata pelajaran atau mata kuliah yg menyangkut perhitungan matematika, senyawa-senyawa kimia, teori fisika, dan juga ruang lingkup biologi. Semua berubah, apa yang kita benci, adalah ternyata itu yang kita sayang. Jangan membenci sebenci-bencinya, bisa jadi itu adalah hal yang kau sangat sukai. Ya, quotes-nya betul banget, berbanding 180 derajat dari kebencian menjadi hal yang ditekuni sebagai hobi, tak pernah lepas dari unsur-unsur kimia, teori fisika, juga mikroorganisme dalam biologi. Setiap minggunya mengolah lahan, selalu berhadapan dengan pupuk organik juga anorganik, pupuk kompos, sisa kotoran hewan, KCL, SP36, dll. Selain itu harus memahami kondisi alam seperti faktor cuaca, iklim, sinar matahari, dimana semuanya tak akan pernah lepas dari ilmu dan teori fisika. Terakhir, dunia DDA (Dasar-dasar Agronomi tak lengkap tanpa mikroorganisme, bahasa latin, yang semuanya merupakan ruang lingkup ilmu biologi.

Sekarang, masih penasaran dengan judul blognya? nanti kita bahasa pada postingan selanjutnya yah!

Ilham Saediman


Minggu, 27 Maret 2016

Praktikum Lapang #1

Foto bersama teman-teman mahasiswa dan para dosen penanggung jawab.

                 Assalamu Alaikum, readers! well, postingan kali ini saya mau nge-flashback dikit seputar praktikum (turun lapang) untuk mata kuliah Sosio Antropologi dan Manajemen Strategi yang berlokasi di Desa UPT Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Perjalanan ke desa tersebut memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam dari Kota Kendari. Sebagian besar penduduk yang berdomisili di tempat ini adalah pendatang, dengan mayoritas agama Hindu. Rumah yang kami tempati adalah rumah Pak Edi, salah seorang kepala keluarga yang berprofesi sebagai petani. Beliau adalah sosok sederhana yang cukup handal dalam bidang pertanian, meskipun ia tidak menempuh pendidikan seperti kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolahan.
Sepanjang blok UPT Arongo.

                 Bapak Edi, dengan usianya yang sudah tak muda lagi, 46 tahun, adalah kepala keluarga dari 2 orang anak. Beliau adalah transmigran dari Pulau Jawa yang telah berdomisili di UPT Arongo Landono selama 5 tahun. Ia bekerja sebagai petani di lahan perkebunan yang kurang lebih memiliki luas sebesar 18 Ha yang ia kelola dengan sendirinya. Akan tetapi, kadangkala ia mempekerjakan tenaga kerjanya untuk mengelola kebun tersebut sebab ia sering mendapat pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan panggilan. Sementara istri Pak Edi (44 tahun) adalah ibu rumah tangga.
                 Kediaman Pak Edi tidak terlalu besar, rumahnya begitu sederhana, hanya beratapkan rumbia dan di ruang tengahnya beralaskan tikar. Fasilitas didalam rumahnya pun tidak begitu memadai, kadang-kadang mereka menggunakan tenaga dari sebuah aki untuk menghidupkan lampu listrik yang menjadi sumber penerangan rumah. Sementara untuk air, mereka menggunakan sumur bor sehingga tidak terlalu kekurangan dan setiap saat tetap mengalir. Air dari sumur tersebut digunakan untuk memasak, mencuci, dan segala urusan lainnya yang menyangkut kebutuhan primer.
                 Untuk pendapatan keluarga, perbulannya mereka memperoleh kurang lebih 8 juta yang dikonsumsi untuk pengeluaran pangan seperti beras, lauk pauk, sayur-sayuran, serta bahan-bahan non pangan lainnya. Untuk bahan pangan, pengeluaran perharinya adalah berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Sementara untuk non pangan, berjumlah lebih banyak dibandingkan kebutuhan pangan. Dalam hal ini meliputi biaya kesehatan, biaya pendidikan untuk kedua anaknya, dan juga biaya rokok serta pembelian untuk infrastruktur pertanian seperti pemotong rumput, sensor, cangkul, spray, dan genset. Harga setiap alatnya biasanya kurang lebih Rp 250.000. Ia membeli langsung dari Jawa dengan alasan lebih murah dibandingkan di tempat yang ia tinggali saat ini. Pengeluaran lainnya adalah upah tenaga kerja yang berjumlah sebesar Rp 60.000 untuk per hari. Total yang mereka habiskan adalah sebesar Rp 2.600.000 per bulan.

                 Dengan luas lahan sebesar 18 Ha, lahan tersebut berisi produk-produk pertanian seperti umbi-umbian, buah klengkeng, jambu biji, jambu air, durian, dan nenas. Di pekarangan kebun, terdapat hewan ternak seperti 1 ekor ayam, 100 ekor ikan di sebuah kolam, dan 4 ekor kambing. Jika panen, hasil-hasil pertanian tersebut dipasarkan ke Swalayan dan Hypermart. 

Sabtu, 26 Maret 2016

Jasa Konsultasi Penulisan Paper di Jurnal Internasional Shorai Consulting

Kami menerima jasa konsultasi penulisan paper di jurnal internasional. Klien kami adalah mahasiswa S2 dan S3 (untuk keperluan penyelesaian studi) dan dosen (untuk pemenuhan kum angka kredit ke jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi). Klien atau Anda bertanggung jawab terhadap orisinalitas dan isi naskah yang masuk ke kami. Anda juga bertanggung jawab terhadap keabsahan nama-nama co-author(s) yang Anda cantumkan di naskah, termasuk persetujuan mereka akan pencantuman namanya. Untuk menjamin dan memfasilitasi kelancaran kerja sama, Anda akan diminta untuk mengisi dan menandatangani formulir pemesanan jasa dari kami.


Kami akan memberikan konsultasi/bantuan penulisan paper sampai pada diterimanya paper tersebut (accepted) di jurnal internasional yang dituju. Kami menjamin bahwa tulisan yang kami tangani akan berhasil dimuat di jurnal internasional. Apabila tetap tidak berhasil, maka kami akan mengembalikan biaya yang Anda sudah bayarkan kepada kami.

Prosedur:
1. Menghubungi Shorai Consulting melalui sms atau email.
Anda bisa berdiskusi dengan kami mengenai prosedur penggunaan jasa yang kami tawarkan, kisaran biaya, dan lainnya.
2. Mengirim naskah melalui email.
Pada dasarnya kami hanya akan membantu mereka yang sudah memiliki naskah atau bahan publikasi dalam bahasa Indonesia untuk ditingkatkan kualitasnya menjadi paper yang layak masuk di jurnal internasional. Naskah dimaksud berupa (i) naskah paper yang sudah jadi tetapi masih dalam bahasa Indonesia, atau (ii) naskah skripsi, tesis, atau disertasi. Dengan demikian, Anda tetap menjadi author yang sah dari paper Anda; Anda tetap berhak menjadi the first author dari paper Anda.
Persyaratan lainnya adalah bahwa naskah harus merupakan hasil penelitian, baik dari eksperimen (laboratorium atau lapangan), survei, dan metode lainnya. Kami tidak menerima naskah yang berupa review. Dengan kata lain, kami hanya membantu membuat publikasi dalam bentuk research or full research article/paper, bukan review article or review paper. Memperbaiki naskah review berpotensi mengurangi originalitas karya Anda, karena adanya tambahan pemikiran dari kami secara langsung atau melalui referensi yang kami tambahkan.
Kami tidak bisa membantu mereka-mereka yang tidak memiliki salah satu naskah tersebut. Misalnya, Anda hanya memberikan judul atau topik saja dan meminta kami membuat papernya. Bukan berarti kami tidak mampu melakukannya. Namun praktek ini tidak acceptable dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip akademis. Kalau Anda ingin lulus dari jenjang pendidikan tertentu (bagi mahasiswa), atau ingin naik ke jabatan yang lebih tinggi (bagi dosen), Anda perlu punya karya sendiri.
3. Penilaian naskah Anda oleh tim kami.
Aspek-aspek yang kami nilai dari naskah Anda adalah sebagai berikut:
(i) Kualitas naskah. Kualitas naskah Anda akan menentukan jenis jurnal yang menjadi target kita bersama (ada empat kategori jurnal internasional menurut Dikti). Pada kondisi ekstrim, bisa saja naskah Anda kami tolak karena kualitasnya rendah, yang menurut penilaian kami tidak akan bisa menembus jurnal internasional. Namun ini akan sangat jarang terjadi. Yang paling mungkin terjadi adalah kami akan memberikan beberapa saran awal untuk perbaikannya (kalaupun itu ada) dan menyesuaikan jurnal yang dituju (atas persetujuan bersama).
(ii) Bidang naskah. Aspek ini ada kaitannya dengan kepakaran tim kami. Naskah yang bukan masuk pada bidang kepakaran inti tim kami akan kami tolak. Untuk saat ini, kepakaran inti tim kami adalah di ilmu-ilmu pertanian, sosek pertanian, ekonomi, sosial, dan kependidikan. Kesesuaian naskah dengan kepakaran tim kami akan menentukan berapa lama waktu yang kami tetapkan untuk menyelesaikan perbaikan paper Anda.
(iii) Tujuan penulisan naskah Anda, dan kapan publikasinya diharapkan sudah terbit atau minimal “accepted.”
Pada tahap ini, akan lebih bagus kalau Anda sudah memiliki jurnal yang menjadi target publikasi Anda.
4. Feedback dari kami.
Feedback dari kami terhadap naskah Anda akan meliputi (i) saran-saran awal untuk perbaikannya (kalau ada), (ii) tipe jurnal yang menjadi tempat publikasi, (iii) lama penyelesaian paper sampai menjadi siap untuk dikirim ke redaksi jurnal, dan (iv) biaya yang kami minta.
5. Pembayaran biaya konsultasi
Apabila setuju dengan point 4 di atas, Anda diharapkan membayar 50% biaya konsultasi. Kami akan mulai bekerja memperbaiki paper Anda segera setelah kami menerima transfer biaya konsultasi dari Anda.
6. Perbaikan paper
Kami akan meningkatkan kualitas naskah Anda sampai pada level yang layak untuk masuk ke jurnal internasional. Aspek  yang kami perbaiki adalah (i) bahasa Inggrisnya, (ii) urutan berpikir dari paragraph-paragrafnya, (iii) literatur terkini dari jurnal-jurnal internasional yang relevan, dan (iv) penyesuaian tulisan, termasuk formatnya, dengan gaya yang digunakan oleh jurnal yang dituju.
Walaupun kami berusaha sekuat tenaga melakukan perbaikan pada empat hal tersebut, namun kualitas paper juga tergantung pada “masukan” atau “isi” awal naskah dari Anda. Kualitas isi hasil penelitian dapat dianalogikan dengan IQ, sementara perbaikan dari kami adalah “lingkungan.”Atau, dalam istilah biologi, aspek genotip dan fenotif mesti saling mendukung.
Perbaikan naskah akan berlangsung sekitar 1 bulan. Naskah yang sudah selesai diperbaiki akan dikirim ke jurnal oleh Anda, atau oleh kami (atas nama Anda). Pada saat ini Anda diharapkan bisa melunasi pembayaran 25%.
7. Menunggu respon dari redaksi/editor
Respon dari redaksi jurnal bisa berupa (i) accepted, (ii) accepted with major revision, (iii) accepted with minor revision, dan (iv) rejected.

Apabila responnya adalah (ii) atau (iii), kami akan melakukan perbaikan sebagaimana saran editor atau reviewernya. Apabila statusnya adalah “rejected” maka kita akan kirim ulang ke jurnal lain, dengan kemungkinan melakukan perbaikan-perbaikan sesuai kritik dari editor jurnal sebelumnya.

Bagaimana kalau tidak ada respon dari redaksi/editor jurnal? Dari sisi etika publikasi, pengirim naskah berhak untuk menanyakan status naskah yang dikirim apabila sudah tiga bulan belum ada respon dari redaksi jurnalnya. Namun ini tergantung jurnal dan frekuensi terbitnya. Mengingat hampir semua jurnal sudah ada versi online-nya, kita bisa menanyakan status naskah kita walaupun masa pengajuannya masih kurang dari tiga bulan.

Sisa 25% dapat Anda transfer setelah status paper adalah “accepted.” Pada tahap ini paper Anda sudah jelas diterima dan tinggal menunggu kapan terbitnya, baik secara online maupun melalui “printed” edition. 

Kalau ada ingin informasi lebih lanjut, silahkan sms ke 082189178652 atau email ke jasapublikasi@yahoo.co.id

Senin, 09 Juni 2014

You Want Your Ex Back? Here's How

When you first get dumped, you may do several common things in an effort to get your girl back. The first thing you’ll do is try to change her mind. As you fight her on the decision to break up (and your now ex girlfriend gets more and more annoyed), you’ll even start to beg and plead her to give things a second chance. A day or two later, you might be writing long love notes, seeking out the perfect Hallmark cards, sending flowers or even small gifts thinking these can buy your way back into your ex’s heart. As things progress and you still haven’t gotten back together, you might show up at your ex’s job, school, or home in an effort to get her to talk to you.
All of these things are terrible ideas, but they’re also the most common things men do after losing a girlfriend.
The one thing you might fail to realize is that all of the actions listed above are designed toward making yourself feel better. None of them are geared toward fulfilling your ex’s needs or wishes. Men in such a position tend to act toward fulfilling their own needs, when they should be concerned with how their girlfriend feels at the time. Because of this, she’s going to become frustrated with everything you do… all while you sit there wondering why nothing you’ve been doing has made your ex want you back.
When your girlfriend broke up with you, she pushed you away. This is because she’s now trying to reconcile her own feelings, and she needs solitude in order to do that. She doesn’t want to be influenced by you, at least right now, which is why she doesn’t want to hear from you immediately. And even if she offered to “still be friends”, this is definitely not the time to be contacting your ex. The more you try to communicate directly after the break up, the worse you’re making your chances of ever getting back together with your girlfriend.
Let’s take the following two scenarios as a good example of how things should go (and not go):
Scenario #1 – Your girl dumps you, and in trying to get her back you believe the best thing to do is keep in contact with her. After all, you’ve talked to and seen her every single day all these last weeks and months, so what should be different? You call your ex a few times, send her a couple of emails, and even drop her a text-message or two just to say hello to her.
Since you’re not actually asking to get back together with her, you think that all this contact is innocent and okay. In reality though, you’re making your ex feel very strange about you. Before long, all your little messages get very annoying to her. She can’t possibly miss you, because you’re always blowing up her phone. She feels trapped in another smothering type of relationship with you, which is ironic because you’re not even dating.
Eventually she stops answering you calls, and this is where you feel her slipping away from you quickly. Maybe your ex girlfriend found someone else? Maybe she’s moving on? You fear the worst, so you start showing up where she lives and works to spy on her. When you get caught, you try to justify it by telling her you’re only doing it because you love her. You quickly get labeled a stalker ex-boyfriend, which pretty much spells doom for any possible reconciliation you could have had with your ex.
Scenario #2 – Again you get dumped by your girlfriend, but this time you don’t resist. Instead of fighting for her to change her mind, you agree with the break up. Wishing her the best, you give your ex one last hug and walk quietly away without a fight. She goes home totally confused, wondering why you didn’t at least try to keep your relationship with her.
All the next day, your ex is pretty baffled by what happened… but she shrugs and accepts it. Another day goes by, and then another… without any signs of contact from your end. She checks her messages and there’s nothing from you. No missed calls. Not a single email from you either. After a few days of thinking about things, your ex begins to wonder where you are. Did you already move on? Did you find a new girlfriend? Did you even love her in the first place, because with the ease at which you let her go it doesn’t seem like you could’ve cared all that much.
This is when your ex actually begins to miss you, because you haven’t been around at all. She’s also curious as hell as to what you’ve been doing. Truth be told, she’s also a little fearful that maybe you’ve already moved way past the relationship… here she is still thinking about things, and you don’t appear to be. Your ex will start to believe she needed you a lot more than you needed her, and this is something that’s strangely attractive to her. This is when you’ll get that not-so-innocent ex girlfriend phone call. How you handle it can be critical to setting up a short meeting or reunion date with your ex.
As you can see, there are very right and very wrong ways to deal with things when a girlfriend ends your relationship. In trying to get back with your ex, you need to know precisely how to handle things. It almost feels like manipulation, but it’s not – your ex creates these feelings and longings in her own mind all because of your lack of reaction to her. Understanding how to work these principals are key to making your ex miss and want you again.